Short trips. Lovely weekends. Sketches. Taking pictures. Adorable moments. Summer days. Friends. Great laughs. Fragrance of happiness You. May.
|
Pelipur Lara
Recycle Bin Of Mind Main NavigationHome Ask Me Archive Random RSS Theme |
Maytography
Tue,
May. 29, 2012 / Posted 5 days ago Short trips. Lovely weekends. Sketches. Taking pictures. Adorable moments. Summer days. Friends. Great laughs. Fragrance of happiness You. May.
Gone
Thu,
May. 24, 2012 / Posted 1 week ago (1). Why have I never dreamt of you in my sleep? Perhaps it’s because you’re too gorgeous to be seen in a dream. Or perhaps, I just need to think of you more often. Or … hey, listen to this (!): the most possible reason is that God prevents me from dreaming of you, because God knows, once I dreamed about you, I would never want to wake up again… (2). On a night like this, I just love to think of you. It warmth my soul … just by knowing that you’re breathing the same air somewhere out there. I love to go out at night and glancing at the stars that are twinkling adorably. It’s sad that my lovely star is out of sight. It’s too far to be seen. You’re so lucky, for you can see my lovely star everytime you’re standing in front of a mirror! ;p (3). Have you ever felt like your life is too hectic and your head is too noisy, and everyone seems too busy? Why, the world have become a better place for me because as things went too hectic, too noisy, or too busy, I always have a silent place inside of me, a sanctuary. Deep down inside my heart, there’s this feeling … a kind of lonely feeling that comforts me instead of making me feel low. A silent place where I could find myself who’s loving you. Just us, as I always love it. (4). Alone, I’m dreaming of those days we’ll spend together … With you by my side, it would be impossible for me to dream of anything else; because I would never want to sleep again. The moment would be too precious, I wouldn’t want to close my eyes. I’d be too afraid that if I closed my eyes, the next time I opened it, the moment has gone. Miss you!
The Departure of A Loved One
Thu,
May. 24, 2012 / Posted 1 week ago Mengenai kepergian itu, sebenarnya nggak terlalu penting ke mana tujuannya. Yang jadi berarti justru perjalanannya. Mau pakai koper atau ransel, tinggal di hotel bintang lima atau di Betel Box yang sekamar berlima, yang penting kamu ada. Aku nggak perlu juga perjalanan yang terjadwal rapi. Atau kunjungan wisata ke sana sini. Buatku setiap detik bersama kamu adalah perjalanan itu sendiri. Perjalanan hati, yang bisa berakhir di pinggir sawah pagi hari atau di warung kopi, bisa juga di sebuah bar lewat tengah malam atau sekadar foto-foto di rumah makan. Saat-saat kita mungkin menyenangkan, mungkin menyebalkan, mungkin menyedihkan. Tapi yang pasti: mengesankan. Karena yang aku cari bukan bahagia, tapi kenangan buat disimpan. Perjalanan itu juga akan ringan. Soalnya aku nggak perlu bawa-bawa laptop buat nulis soal kamu. Nggak perlu pensil. Nggak perlu buku catatan kecil. Yang perlu aku lakukan cuma mandangin kamu–seperti selalu. Terus semua kata-kata paling indah di dunia berlompatan dalam kepalaku. Apa? Aku pujangga? Aku bilang, pujangga hanya memantulkan keindahan yang ada di hadapannya lewat kata-kata. Terus aku tatap kamu tepat di mata: “Jadi, aku cuma bisa ada kalau kamu ada.”
THIS IS A VIDEO
Thu,
May. 10, 2012 / Posted 3 weeks ago Anonymous - Official Trailer for Debut Official Music Video 2012 (Shooting Day 1)
Alhamdulillah list
Sat,
May. 05, 2012 / Posted 4 weeks ago Tanggal 5 Bulan 5. Alhamdulillah list, urutannya random aja yes :”D 1. Alhamdulillah Mama, Ayah, Aku & Adik-adik sehat. 11. Alhamdulillah main bareng temenku dan temenmu [27 - gosted] Alhamdulillah :) Alhamdulillah :) Alhamdulillah :)
Hari terakhir di umur 23
Tue,
Mar. 20, 2012 / Posted 2 months ago For The Better So many times have I met people who are very surprised to see me after such a long time, and they start talking about how I was so much skinnier and unattractive back then, and that they see that I have at least taken better care of myself today. But they don’t stop there. They keep on talking about the old days, and emphasize on “oh you should have seen her back then”, as if my present does not entertain them as much. Why do we keep referring to the past, if what matters is “today” and how we have progressed? I am not ashamed of my past, of how I looked, of how much weirder I was back then. But do we really need to keep rewinding? Everyone grows! Every human being goes through phases of not looking that good, looking better, gaining weight, losing weight, having pimples, gotten rid of pimples, ugly hair, better hair, was lame, now cooler. Well some people are just very lucky that they’ve always been the pretty ones and remained the same. But hey, not everyone is that lucky! We all grow, and it’s all normal. But I notice that some people enjoy more on highlighting the less-good moments of someone, as if it’s just a better story to tell and share. Remembering our own past can be useful to remind ourselves of how far we’ve progressed in life, but pointing out the less-exciting past of other people continuously out of, I dunno, jealousy (?), really makes you look like you’re living in the past and not wanting to move on. Or that you’re stuck and not progressing yourself so you feel the need to take down someone else so that you feel better. We. All. (Should). Change. For the better… :) Cheers
Ketika benda mati bisa bicara
Tue,
Mar. 13, 2012 / Posted 2 months ago “Kamu peluk aku, tapi kamu bayangin dia. Brengsek!” - Guling
Aku Ingin Menikah
Sat,
Feb. 11, 2012 / Posted 3 months ago Aku ingin cantik dihari pernikahanku. Riasannya jangan terlalu tebal, cukup bedak, blush on merah muda, shading sampai aku kelihatan tirus, pensil alis berwarna senada dengan warna rambutku nanti, dan lipstik warna peach, aku nggak cocok pakai lipstik merah karena bibirku gak tipis. Pakai eye shadow yang sesuai dengan bajuku nanti, jangan lupa glitter putih sedikit disudut depan. Aku mau pakai softlens warna cokelat, walaupun mataku sudah cokelat tapi softlens membuat mataku lebih bagus.
Gaun berwarna broken white cocok di kulit putihku, berbahan lemas panjang menutupi kaki, sepertinya terbuat dari sutra akan terlihat cantik. Aku akan diet dan olah raga dulu dua bulan sebelum hari itu datang, agar lengan dan pinggulku lebih sedap dipandang. Sederhana saja, jangan terlalu banyak detail dan payet, polos akan jauh lebih baik.
Aku mau pakai sepatu warna mocca, merah juga bagus, pokoknya jangan warna hitam, bahannya boleh apa saja yang penting aku nyaman, heelsnya harus tinggi , karena calon mempelaiku tinggi, walaupun tidak akan sejajar dengan bahunya, tapi aku ingin terlihat tinggi. Tak apa kan?
Rambut panjangku boleh diurai? namun diberi aksen gelombang besar. Boleh aku cat hitam dulu rambutku? Supaya kelihatan lebih sehat dan muka mungilku akan lebih terang. Boleh pakai hiasan bunga berwarna putih kecil? Aku mau.
Aku mau bawa bunga, 26 mawar putih cantik yang senada dengan tema pernikahanku. Tahu kenapa 26? Karena aku ingin menikah ketika aku sudah melewati seperempat abadku. Aku kira 26 tidak terlalu tua, kan? Dan kalau kata kak Eka, 6 itu bentuknya seperti seorang ibu yang sedang mengandung, aku mau tidak lama setelah hari itu tiba, aku jadi mirip angka 6, mengandung. Anak kami, aku dan lelaki yang akan ada di sampingku, menyebut nama lengkapku binti nama bapak yang setelahnya diiringi ucapan “sah” dari teman-teman, keluarga, dan ibuku.
Jika harus pakai kebaya, aku tidak mau warna putih, kebaya putih kurang cantik, aku mau warna cokelat muda saja. Warna cokelat muda aku pilih karena aku lihat para model di majalah fashion terlihat cantik mengenakan kebaya warna tersebut, cocok dengan kulit perempuan Indonesia.
Pestanya? Aku ingin orang-orang banyak datang. Keluargaku, keluarga dia, teman-teman kita, teman-teman orang tua kita. Tempatnya di gedung, hotel, taman, aku bingung yang mana yang paling baik. Yang jelas suhu udara harus bersahabat dengan hari pernikahan kita. Temanku bilang, ada tempat yang bagus untuk pernikahan outdoor, Maxi’s resto. Oh ya, boleh, aku mau menikah disana.
Pelataran di tempat resepsi harus dipenuhi foto prewedding kita ya sayang. Kamu suka di foto juga, kan? Aku punya banyak teman fotografi yang baik dan pasti mereka akan memberikan harga yang tidak terlalu mahal. Tema foto prewedding kita harus lucu-lucu seperti yang kita lihat tempo waktu. Kamu ingat kan? iya, semacam owlsome project itu.
Aku mau dengar sahabatku bernyanyi, dhea suaranya bagus, manda, chala, pida juga bagus, rindy, novita, dewi, honey, sicca, kalian semua harus datang ya. Oh pasti mereka datang, karena pernah ada di suatu malam, kita semua saling janji untuk bagi seragam kalau diantara kita ada yang akan menikah, baju kalian bernada sama.
Musiknya gak boleh musik-musik yang aneh, jangan yang berisik. Aku ingin musik romantis, lagu-lagu cinta. Akan ada dansa, lalu menari ceria setelahnya. Aku mau berdansa berdua dengan para sahabat lelakiku satu persatu, kemudian menari ceria dengan para perempuan cantik yang selama ini selalu mendengarkan kisah cintaku. Sahabat.
Dia, lelaki itu.. harus kamu, semoga kita bisa sampai di hari besar itu. Aku yakin, pada hari itu, dia akan menjadi lelaki tertampan di mataku sampai rambut kita mengabu, sampai hanya tutup usialah penyebab kita terpisah.
Aku suka yang bertubuh besar, wangi, aku suka dipeluk. Aku mau dipeluk tubuh besar yang hangat dan wangimu akan menempel, aroma itu akan berjalan-jalak di lekuk otakku.
![]() Jadi, sudah bolehkah aku menikah?
(terimakasih kak eka)
THIS IS A QUOTATION
Sat,
Jan. 21, 2012 / Posted 4 months ago
“Sheldon: I made tea.
|